Islamic Legal Review of the Practice of Renting Rice Field Land in an Annual System

Main Article Content

M. Chairul Fahmi
Mohammad Eisa Ruhullah
Hasanuddin
Bustanul Aulia

Abstract

The accession of land for paddy rice landhe (rice field) leasing has met most of the Islamic Legal Principles. Yet, there should be certain stipulations for an clarification in the agreement and use of written contracts to keep away from possible friction in the future. This research uses a method of literature study, that is, the research with a focus on taking the data by collecting some relevant literature. The findings of this study are the followings: 1). The method of implementation of the customary annual rice paddy land lease is by the agreement between the landlords and tenants on an annual basis, when it comes to payment whether in cash or kind (in the community). The average rent is calculated by land size, quality of land and harvest yield. 2). The strategy of implementing annual rice paddy land lease in the village is by having implementation mechanism, consisting of activities: exploration and negotiation, oral or written rental agreement; tenant uses the land; and evaluation after the lease period. Trust, is for now the primary basis- although documentation is incrementally being lend on! 3). Islamic legal view on the practices of rice paddy leasing on an annual basis in society, if it fulfils all the conditions required granted in a valid contract namely aqid (clarity between parties), subyek (asset) for rent, mithl (rental amount) and rada wa qabul (mean consent and agreement), then this practice is consistent with the principles of ijarah contract in Islamic law. But there are some weaknesses like the existence of gharar when contract is oral due to ambiguities in the terms.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Fahmi, M. C., Ruhullah, M. E. ., Hasanuddin, & Aulia, B. . (2025). Islamic Legal Review of the Practice of Renting Rice Field Land in an Annual System. Excellencia: International Multi-Disciplinary Journal of Education (2994-9521), 1(6), 615-623. https://multijournals.org/index.php/excellencia-imje/article/view/3693

References

[1] S. Zikri, “Tinjauan Hukum Islam Tentang Praktik Sewa Menyewa Sawah Sistem Masa Panen Dan Tahunan Di Desa Sukaraja Kec. Praya Timur,” Al-Watsiqah J. Huk. Ekon. Syari’ah, vol. 12, no. 1, pp. 44–49, 2021, doi: 10.51806/al-watsiqah.v12i01.6.

[2] D. Mustika and F. Melina, “Praktik Sewa Menyewa Sawah Perspektif Ekonomi Islam,” Islam. Bus. Financ., vol. 3, no. 2, p. 102, 2022, doi: 10.24014/ibf.v3i2.17325.

[3] A. Ria, “Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Praktik Gadai Sawah Di Desa Winduaji Kecamatan Paninggaran,” Aktiva, vol. 3, no. 2, pp. 51–56, 2023, doi: 10.56393/aktiva.v3i2.1217.

[4] A. Darna, “Perkembangan Hukum Islam Di Indonesia: Konsep Fiqih Sosial Dan Implementasinya Dalam Hukum Keluarga,” El-Usrah J. Huk. Kel., vol. 4, no. 1, p. 90, 2021, doi: 10.22373/ujhk.v4i1.8780.

[5] M. Junaidi and L. Hidayati, “Praktik Gadai Sawah Dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Masyarakat Perspektif Ekonomi Islam,” Adilla J. Ilm. Ekon. Syari’ah, vol. 4, no. 1, pp. 46–60, 2021, doi: 10.52166/adilla.v4i1.2325.

[6] D. Naviva, “Fenomena Penentuan Ujrah Pada Sewa Tanah Sawah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Dalam Perspektif Islam,” KEADABAN, vol. 4, no. 1, pp. 9–32, 2022, doi: 10.33650/adab.v4i1.3936.

[7] R. Hermawan, “Pencatatan Tanah Wakaf Di Pimpinan Cabang Persis Menurut UU 41 Tahun 2004,” J. Ris. Huk. Kel. Islam, vol. 3, no. 2, pp. 97–102, 2023, doi: 10.29313/jrhki.v3i2.2864.

[8] T. Komarudin, A. Damiri, and J. Jalaludin, “Pengelolaan Wakaf Produktif Tanah Sawah Di Yayasan Islam Pondok Pesantren Miftahul Jannah Jatibaru Kecamatan Jatisari Karawang,” Eksisbank Ekon. Syariah Dan Bisnis Perbank., vol. 4, no. 1, pp. 1–10, 2020, doi: 10.37726/ee.v4i1.93.

[9] Y. Badriyah and R. Jusmadi, “Pelaksanaan Perjanjian Sewa Menyewa Lahan Garam Di Pegaraman II Pamekasan Antara PT. Garam Dengan Masyarakat Di Desa Pandan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan,” Inicio Legis, vol. 3, no. 1, pp. 18–37, 2022, doi: 10.21107/il.v3i1.14407.

[10] S. Khotijah, “Analisis Penetapan Harga Dan Praktik Sewa-Menyewa Tanah Untuk Usaha Batu Bata Dalam Perspektif Ekonomi Islam,” MONEY, vol. 1, no. 2, pp. 98–105, 2023, doi: 10.31004/money.v1i2.15501.

[11] H. Mayrowani and N. Ashari, “Pengembangan Agroforestry Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Dan Pemberdayaan Petani Sekitar Hutan,” Forum Penelit. Agro Ekon., vol. 29, no. 2, p. 83, 2016, doi: 10.21082/fae.v29n2.2011.83-98.

[12] Y. Yanarita, “Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Ngaju Dari Sistem Pertanian Tradisional Untuk Pendapatan Keluarga Di Buntut Bali Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah,” Hutan Trop., vol. 19, no. 2, pp. 477–486, 2024, doi: 10.36873/jht.v19i2.18627.

[13] A. Angeline and A. Gunadi, “Analisa Akibat Hukum Wanprestasi Dalam Perjanjian Sewa Menyewa Tanah Dan Bangunan,” Syntax Lit. J. Ilm. Indones., vol. 8, no. 6, pp. 4065–4073, 2023, doi: 10.36418/syntax-literate.v8i6.12463.

[14] T. Taufik, J. Mukaddas, and H. Hasddin, “Arahan Pemanfaatan Ruang Kawasan Terdampak Bencana Banjir Di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe,” Sang Pencerah J. Ilm. Univ. Muhammadiyah But., vol. 9, no. 1, pp. 112–123, 2023, doi: 10.35326/pencerah.v9i1.2974.

[15] A. Faiq and F. Siska, “Perjanjian Sewa-Menyewa Tanah Untuk Perumahan Dan Permukiman Ditinjau Dari Ketentuan Buku III KUHPerdata Serta Dihubungkan Dengan Peraturan Perundang-Undangan,” Bandung Conf. Ser. Law Stud., vol. 2, no. 2, 2022, doi: 10.29313/bcsls.v2i2.4670.

[16] S. Nurhidayati, “Pendekatan Kekeluargaan Dalam Akad Sewa Menyewa Lahan Pertanian Di Kalangan Masyarakat Kelurahan Setapuk Besar Singkawang Utara,” Al-Aqd, vol. 4, no. 1, pp. 489–496, 2024, doi: 10.24260/al-aqad.v4i1.2484.

[17] F. Fetiparolin, “Praktik Sewa Menyewa Stand Pasar Malam Di Desa Pemangkat Perspektif Hukum Islam,” Aksioreligia, vol. 2, no. 2, pp. 102–110, 2024, doi: 10.59996/aksioreligia.v2i2.603.

[18] E. Syaripudin, “Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Sewa Menyewa Tanah Dengan Sistem Pembayaran Hasil Panen (Studi Kasus Di Gunung Papandayan Desa Cisero Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut),” JH, vol. 1, no. 1, pp. 70–81, 2022, doi: 10.37968/jhesy.v1i1.94.

[19] R. Musthofa and S. Aminah, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sewa-Menyewa (Ijarah) Tanah Kas Desa,” Al-Maqashid J. Econ. Islam. Bus., vol. 1, no. 1, pp. 41–62, 2021, doi: 10.55352/maqashid.v1i1.172.

[20] Haerullah, “Analisis Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Akad Sewa Menyewa (Ijarah) Sawah Di Desa Kemirian Tamanan Bondowoso,” Esa, vol. 3, no. 2, pp. 1–14, 2021, doi: 10.58293/esa.v3i2.21.

[21] D. Gafuraningtyas, “Dampak Redistribusi Tanah Terhadap Penghidupan Masyarakat Di Kawasan Fora 2 (Ternate) Maluku Utara,” Maj. Geogr. Indones., vol. 38, no. 1, 2024, doi: 10.22146/mgi.84620.

[22] S. Safrizal, “Praktek Gala Umong (Gadai Sawah) Dalam Perspektif Syari’ah (Studi Kasus Di Desa Gampong Dayah Syarif Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie Provinsi Aceh),” J. Ilm. Islam Futur., vol. 15, no. 2, p. 231, 2016, doi: 10.22373/jiif.v15i2.544.

[23] N. RanaSyarif, “Perspektif Hukum Islam Terhadap Praktek Ijarah Tanah Di Kecamatan Batukliang Utara – Lombok Tengah,” J. Akunt. Dan Keuang. Syariah Aliansi, vol. 3, no. 1, pp. 18–40, 2020, doi: 10.54712/aliansi.v3i1.172.

[24] Buwono, “Praktik Sewa Lahan Pertanian Ditinjau Dari Hukum Positif Dan Hukum Islam,” JISMA J. Ilmu Sos. Manajemen, dan Akunt., vol. 1, no. 5, pp. 781–786, 2022, doi: 10.59004/jisma.v1i5.265.